Kamis, 19 Maret 2015

Fatwa MUI Angkat Bicara: Pelaku Gay, Lesbian, dan Aktivitas Seks Menyimpang Harus Dihukum!

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan gay, lesbian, aktivitas seks menyimpang, dan pencabulan. MUI juga meminta pemerintah memberikan hukuman berat bagi pelakunya.

"Hukuman berat terhadap pelaku sodomi, lesbi, gay, serta aktivitas seks menyimpang lainnya yang dapat berfungsi sebagai zawajir dan mawani’ (membuat pelaku menjadi jera dan orang yang belum melakukan menjadi takut untuk melakukannya)," jelas Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, Jumat (20/3/2015).

Niam juga menjelaskan, fatwa resmi ini dikeluarkan pada 31 Desember 2014 lalu dan ditandatangani Ketua Komisi Fatwa Hasanuddin. Niam, yang juga doktor hukum Islam ini menjelaskan, pemerintah juga diminta tidak melegalkan keberadaan kamunitas homoseksual, baik lesbi maupun gay, serta komunitas lain yang memiliki orientasi seksual menyimpang.

"Melakukan pencegahan terhadap berkembangnya aktivitas seksual menyimpang di tengah masyarakat dengan sosialisasi dan rehabilitasi," terang Niam.

Pemerintah juga diminta tidak boleh mengakui pernikahan sesama jenis. "Pemerintah dan masyarakat agar tidak membiarkan keberadaan aktivitas homoseksual, sodomi, pencabulan dan orientasi seksual menyimpang lainnya hidup dan tumbuh di tengah masyarakat," tutup Niam.

Euforia Yellen Tidak Bertahan Lama, IHSG Dibuka Turun 0,38%

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan ini di 'jalur merah'. Semaraknya bursa pasca pengumuman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve/The Fed ternyata tidak bertahan lama.

Pada Jumat (20/3/2015), IHSG dibuka di posisi 5.433,15. Turun 20,7 poin atau 0,38%. Indeks LQ45 juga melemah 5,23 poin (0,55%) menjadi 944,5.

Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kala pembukaan pasar tercatat Rp 13.065/US$. Melemah dibandingkan penutupan kemarin yaitu Rp 13.040/US$.

Hari ini, pelaku pasar sepertinya kembali menahan diri pasca Janet Yellen, Gubernur The Fed, kemarin mengumumkan kenaikan suku bunga belum dilakukan. Investor pun kembali ke posisi siaga, harap-harap cemas dan berhitung kapan suku bunga di Negeri Paman Sam akan dinaikkan.

Wall Street yang sempat semarak pun berakhir mixed. Indeks Dow Jones turun 117,16 (0,65%) ke posisi 17.959,03, Indeks S&P 500 turun 10,23 poin (0,49%) menjadi 2.089,27, sementara Indeks Nasdaq masih mampu naik tpis 9,55 poin (0,19%) ke posisi 4.992,38.

Fenomena ini 'menular' ke bursa regional. Pergerakan pasar terlihat cenderung hati-hati, penguatan dan pelemahan yang terjadi masih dalam rentang yang tipis.

Berikut perkembangan sejumlah bursa saham Asia:

Nikkei 225 turun 31,52 poin (0,16%) menjadi 19.445,04.
Hang Seng naik 16,24 poin (0,07%) ke posisi 24.485,13.
KOSPI melemah 4,91 poin (0,24%) menjadi 2.032,98.
Straits Times menguat 0,71 poin (0,02%) ke 3.386,87.

Rabu, 18 Maret 2015

Okan Cornelius-Viviane Absen Lagi saat ingin di Sidang dalam Perceraiannya, Kenapa?

Jakarta -Sidang perceraian pasangan selebriti Okan Cornelius dan Viviane kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015). Namun, kedua pihak kembali tak menunjukkan batang hidungnya.

Saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pengacara Viviane, Sandy Arifin SH pun mengungkapkan alasan kenapa kliennya tidak bisa hadir di sidang kali ini.

"Mereka punya kesibukan sendiri-sendiri. Klien kami sibuk syuting dan Okan ada kegiatan di pabriknya dan sudah mempercayakan ke Viviane untuk gugatan ini," ujar Sandy.


Sandy juga telah memastikan Okan dan Viviane tidak akan menghadiri sidang-sidang berikutnya. Ini merupakan kesepakatan mereka berdua.

kita sampaikan lebih tegas bahwa klien kami tidak akan menghadiri persidangan. Okan, yang juga sahabat kita, tidak akan hadir juga, dan berdasarkan peraturan Mahkamah Agung agendanya tetap berjalan," jelasnya.

Okan dan Viviane memutuskan berpisah setelah menjalani rumah tangga selama lima tahun. Mereka pun telah dikaruniai satu anak bernama Jaden Kornelius Tjeuw. Jaden lahir pada 18 April 2012.

Jelang Perayaan Nyepi, Ribuan Personel TNI-Polri di Yogya Gelar Apel Sambut Jokowi

Yogyakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Yogyakarta. Jokowi akan menghadiri perayaan Nyepi di Candi Prambanan, Jumat (20/3) besok.

Untuk mengamankan kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut, ribuan personel TNI dan Polri menggelar apel pasukan pengamanan di stadion Mandala Krida Yogyakarta, Kamis (19/3/2015).

Danrem 072 Pamungkas, Brigjen TNI Sabrar Fadhilah, meminta semua personel untuk memasang mata dan telinga untuk menjaga kelancaran, keamanan dan ketertiban kegiatan. Semua tim diminta untuk saling koordinasi agar pengamanan di lapangan berjalan baik.

"Kita antisipasi semua kemungkinan. Tapi tetap prioritasnya yang dijadwalkan. Dijadwalkan setelah mendarat langsung ke tempat acara di Prambanan, kemudian ke Gedung Agung. Nah, di antara itu kita antisipasi. Ya namanya Preisiden kalau mau lihat ini itu kan boleh to," kata Sabrar di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Pihaknya merahasiakan jumlah personel yang diterjunkan untuk pengamanan kedatangan presiden. Selain presiden, acara juga akan dihadiri oleh sejumlah menteri.

Kunjungan Jokowi ke Yogya dijadwalkan hanya sehari. Tetapi dinamika lapangan bisa berubah, sehingga, menurut Sabrar, semua harus siap untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Buka Tutup Truk Lewat Tol JORR, Sopir Truk: Kami Hanya Orang Kecil Ikut Aturan Saja

Jakarta - Wacana pembatasan jam khusus truk muncul menyusul kondisi macet yang semakin parah di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Truk dituding menjadi salah satu penyebab kemacetan pada jam-jam sibuk yakni pagi dan sore hari.

Asep, salah satu sopir truk yang biasa menggunakan Tol JORR untuk mengangkut semen dari Kawasang ke Sawangan Depok ini mengatakan tak keberatan. Dia akan ikuti peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

"Saya mah orang kecil, setuju saja (pembatasan jam truk)," kata Asep saat sedang menunggu truknya yang pecah ban di kawasan Pasar Rebo, Kamis (19/3/2015).

Asep setiap hari membawa truk yang berisi semen itu malam hari pukul 22.00 WIB, sampai ditujuan pukul 03.00 WIB. Dia sengaja memilih malam hari agar terhindar dari kemacetan.

"Kalau jalan siang malas saya, macet dan boros solar. Mendingan jalan malam," ucap Asep.

Menurutnya kemacetan yang terjadi di Tol JORR bukan karena truk. Namun karena jumlah volume kendaraan yang sangat banyak. Banyak para pengendara yang tidak tertib sehingga menyebabkan kemacetan.

"Kalau kata saya sih macet itu gara-gara mobil-mobil kecil yang ambil bahu jalan terus motong antrean sembarang," ucapnya.

Soal kelebihan muatan, Asep mengaku tak tahu, sebab semua itu diatur oleh kantor. Dia hanya bertugas untuk membawa barang tersebut agar bisa sampai tempat tujuan.

"Kelebihan muatan dari dulu juga truk nggak pernah pas muatannya, " ucapnya.

Dia juga mengatakan truk melaju dengan kecepatan 40-50 km/jam dan dia selalu melaju di lajur khusus truk yakni lajur 1. Namun meski begitu truk tidak berhenti sembarang, mereka terus melaju agar barang yang dibawanya sampai tujuan tepat waktu.

"Walaupun pelan kita tetap jalan terus," ujar Asep.

Asep menyarankan agar kemacetan bisa diatasi maka kendaraan pribadi harus dikurangi dan dioptimalkan penggunaan transportasi publik.
"Harusnya pakai angkutan umum saja biar mobilnya nggak banyak yang ke jalan," sarannya.

Dari email yang masuk ke redaksi detikcom, banyak pengguna jalan mengeluhkan kemacetan yang semakin parah di Tol JORR yang menurut mereka sebagian besar penyebabnya adalah truk yang kelebihan muatan masuk ke tol pada jam sibuk. Truk tersebut tidak bisa melaju dengan cepat karena berat hingga akhirnya membuat mobil yang berada di belakang ikut tersendat.

Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.

Mabuk, George Clooney Tidak Sengaja Sedang Tidur Bareng Cindy Crawford

Jakarta -George Clooney, Cindy Crawford dan suami, Rande Gerber, adalah tiga orang sahabat baik. Saking akrabnya, ketiganya kerap mengadakan pesta di rumah dan mabuk-mabukan bersama.

Rende, yang didapuk untuk menjadi pendamping pria di pernikahan George, mengungkap sebuah kejadian lucu dan mengejutkan ketika ketiganya berpesta di kediamannya di Hollywood beberapa waktu lalu. Insiden tersebut terjadi ketika ketika George mabuk berat dan tak menyadari lingkungan sekitar.

Tanpa sadar, bintang film 'Gravity' tersebut masuk ke kamar tamu, tempat Cindy tertidur. Parahnya, sang aktris pun saat itu dalam keadaan setengah sadar dan mengira George adalah suaminya.


"Cindy tidur dan mulai mengelus punggungku. Lalu pria yang dielus punggungnya pun berbalik dan itu bukan aku, tapi George," ujar Rende geli kepada majalah London Evening Standard's Deluxe, dikutip dari Mirror, Kamis (19/3/2015).

"Cindy berteriak, 'Ya Tuhan!' Lalu George juga berteriak, 'Ya Tuhan, apakah aku tidur denganmu?'" sambungnya.

Setelah menyadari kejadian konyol tersebut, George pun segera menyingkir dari kamar tidur. Dan kini, ketiganya hanya bisa tertawa terbahak-bahak saat mengingat apa yang terjadi malam itu.

Mendapati 1,4 Juta Butir Ekstasi, Ini Akhir Karier Serma Supriyadi

Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Serma Supriyadi dalam kasus penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi. Supriyadi dipenjara 7 tahun, lebih ringan dari tuntutan oditur militer yaitu 20 tahun penjara.

Sebanyak 1.412.476 butir ekstasi yang diimpor Freddy Budiman dikirim dari pelabuhan Lianyung, Shenzhen, China, tujuan Jakarta pada 8 Mei 2012 dengan menggunakan sebuah kontainer. Untuk bisa lolos dari pelabuhan, digandenglah Serma Supriyadi. Anggota TNI AU ini menggunakan Primkop Kalta sebagai sarana menyelundupkan dengan memalsu dokumen sehingga kontainer yang berisi fish tank itu lolos.

Tim BNN lalu menangkap kontainer itu saat masuk ke gudang di Kamal, Jakbar. Terungkaplah jaringan yang dikendalilan dari dalam LP Cipinang di bawah operasi Freddy Gunawan.

Pada 27 Maret 2013, oditur militer menuntut Serma Supriyadi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Tapi pada 20 Juni 2013, Pengadilan Militer II-08 menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Serma Supriyadi dan memecatnya sebagai anggota TNI. Tidak terima dengan putusan ini, oditur dan Supriyadi sama-sama banding.

Vonis ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Militer pada 20 September 2013. Duduk sebagai ketua majelis Kolonel Chk Yan Akhmad Mulyana dengan anggota Kolonel Chk Mahmud dan Letkol Chk E Trias Komara. Atas hal itu, Supriyadi dan oditur militer sama-sama mengajukan kasasi.

"Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi," putus majelis kasasi sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (19/3/2015).

Putusan Serma Supriyadi ini menjadi landmark decision 2014 dengan kaidah hukum yaitu frase 'menyalurkan' tidak sebatas dimaknai sebagai perpindahan dari satu subjek ke subjek yang lain (hand to hand) melainkan telah diperluas menjadi perpindahan dari wilayah/otoritas yang berbeda meskipun pada subjek yang sama.

"Seharusnya terdakwa menolak kehadiran kontainer tersebut," ucap majelis yang diketuai Imron Anwari dengan anggota Burhan Dahlan dan Dudu Duswara Machmudin.

Berikut hukuman yang dijatuhkan dalam kasus impor 1,4 juta butir ekstasi:

1. Freddy Budiman (Vonis Mati)
2. Ahmadi (Vonis Mati)
3. Chandra Halim (Vonis Mati)
4. Teja Haryono (Vonis Mati)
5. Hani Sapto Pribowo (Penjara Seumur Hidup)
6. Abdul Syukur (Penjara Seumur Hidup)
7. Muhtar (Penjara Seumur Hidup)
8. Serma Supriadi divonis 7 tahun penjara

Freddy juga membuat pabrik sabu di LP Cipinang, berikut hukumannya:

1. Wakil Kepala Pengamanan Gunawan Wibisono dijatuhi hukuman 8 tahun penjara
2. Aris Susanto dijatuhi hukuman 5 tahun dan 10 bulan penjara
3. Cecep Setiawan Wijaya belum dipublikasikan
4. Haryanto Chandra belum dipublikasikan