Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2015

Waaw, Jl Asia Afrika Bandung 'Dipermak' Jadi Secantik ini Jelang Peringatan KAA

Bandung - Banyak perubahan terjadi di Jalan Asia Afrika Kota Bandung menjelang peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 pada 24 April 2015 mendatang. Yang terbaru, yakni dipasangnya kursi-kursi kayu di sepanjang jalan bersejarah tersebut.

Pantauan detikcom, Selasa (7/4/2015), di depan Gedung Mereka sudah dipasang kursi yang juga dihiasi oleh pot bunga besar. Kursi ditata rapi sehingga terlihat indah dipandang.

Kepada detikcom, Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung mengungkapkan, nantinya akan ada 300 kursi yang disimpan di sepanjang Jalan Asia Afrika. "Semua nanti ada 300, tapi baru datang sebagian," ujar Arief.

300 Kursi tersebut nantinya akan dipasang mulai dari Hotel Preanger hingga pertigaan Kantor Pos Asia Afrika. "Jaraknya 1 kursi 10 meter," terang Arief.

Menurut Arief, kursi-kursi tersebut adalah sumbangan dari pengusaha asal Bandung. Tujuan pemasangan kursi itu agar masyarakat bisa menikmati kawasan kota tua Bandung, terutama di malam hari.

"Jadi nanti masyarakat bisa menikmati suasana Asia Afrika malam hari. Selain itu juga bisa untuk kongkow sambil berinteraksi," jelasnya.

Salah satu pelajar, Wenny (14) mengaku senang dengan adanya kursi di depan Gedung Merdeka tersebut.

"Seneng aja bisa foto-foto sama duduk-duduk cantik. Jadi kalau capek jalan bisa duduk dulu," ujar Wenny yang sedang bermain dengan dua temannya itu.

Ingin menikmati indahnya kawasan kota tua Bandung di malam hari? Bisa datang ke kawasan Jalan Asia Afrika dan Alun-alun Kota Bandung bersama keluarga, teman atau pasangan.

"Coba deh malem-malem sambil duduk ngeliatin gedung dan lampu-lampu. Romantis," kata Arief.

Rabu, 18 Maret 2015

Hakim Menolak Eksepsi Bos Cipaganti

Bandung - Sidang lanjutan kasus penipuan terhadap ribuan mitra Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (19/3/2015).

Sidang dihadiri oleh keempat terdakwa yakni Bos Cipaganti Grup sekaligus pimpinan KCKGP, Andianto Setiabudi, Julia Sri Redjeki (kakak Andianto), Yulianda Tjendrawati Setiawan (istri Andianto) dan Cece Kadarisman, Wakil Dirut Cipaganti Citra Graha. Mereka duduk di kursi pesakitan dan kompak mengenakan rompi tahanan.

Ketua Majelis Hakim Kasianus Telumbanua menolak eksepsi para terdakwa dan memutuskan untuk melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Memerintahkan kepada penuntut umum untuk melnjutkan kasus ini," ucap Ketua Majelis Hakim.

Lebih lanjut Hakim mengatakan keberatan mengenai beberapa hal dalam eksepsi terdakwa, yang mengatakan bahwa ini perkara perdata itu akan dibuktikan dalam proses persidangan.

"Jadi baik JPU maupun kuasa hukum, fight-lah Anda, dan buktikan kepada kami kebenarnnya. Karena ini forum di mana kita mengajukan bukti-bukti," ucap hakim.

Putusan hakim tersebut disambut riuh tepuk tangan dari puluhan korban yang hadir mengikuti persidangan. Majelis Hakim seringkali memperingatkan kepada pengunjung agar tetap tenang.

Keempat terdakwa dalam perkara ini terancam hukuman maksimal 15 sampai 20 tahun. Mereka didakwa dengan dakwaan kumulatif atau campuran. Untuk dakwaan pertama, terdakwa dijerat dengan Pasal 46 (1) jo Pasal 46 (2) UU RI No 10 tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No 7 tahun 1992 tentang Perbankan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk dakwaan kedua, keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 374 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Sedangkan dakwaan subsidair, keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Keempat terdakwa diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap 14.779 orang mitra. Total kerugian yang dialami para mitra, sebagaimana tertera dalam berkas perkara, yaitu mencapai Rp. 3.264.688.521.100.

Hp Murah Lenovo akan Punya Baterai Jumbo

Bandung - Awal bulan Maret, Lenovo resmi merilis P70 di pasar gadget Indonesia. Sebagaimana seri P Lenovo pada umumnya, P70 masuk ke dalam varian Power Series yang coba mengunggulkan daya tahan baterai. Lantas bagaimana dengan seri lainnya?

"Untuk sementara memang seri P punya keunggulan di baterainya yang punya daya tahan lama. Tapi Lenovo punya rencana untuk mengaplikasikan Power Series ini di beberapa seri Lenovo lainnya, seperti seri A dan S," ujar Marketing Manager for Smartphone Lenovo Indonesia, Miranda Warokka, ditemui detikINET di Bandung.

Tujuan Lenovo menurut Miranda adalah untuk menghadirkan pengalaman terbaik dari baterai kapasitas tinggi ke segmen menengah ke bawah. Ya sebagaimana diketahui, seri A dan S ini tak lain merupakan seri ponsel Lenovo yang dirancang untuk konsumen menengah ke bawah.

Miranda pun mengakui jika seri A dan S ini merupakan seri produk paling laris di antara semua seri yang dimiliki oleh Lenovo di Indonesia. "Di Indonesia masih banyak konsumen gadget entry level. Mereka yang beralih dari feature phone ke smartphone," jelas Miranda.

Jadi nantinya, lanjut Miranda, semua ponsel seri A dan S bakal mengusung baterai dengan kapasitas yang sama besar dengan seri P. "Baterai yang masuk ke dalam varian Power Series ini 3000 mAh ke atas lah pokoknya," tambah Miranda.

P70 sendiri ketika diluncurkan di Indonesia memiliki kapitas baterai 3900 mAh. Lenovo mengklaim perangkatnya dapat hidup lebih lama dengan waktu bicara hingga 46 jam dan waktu stand by 34 hari.

"Dari bangun pagi sampai mau tidur, P70 masih tetap on," ujar Adrie R Suhardi, Country Head Smartphone Devision Lenovo Indonesia saat acara peluncuran P70 beberapa waktu lalu.

Sayangnya, Miranda hanya memberi sedikit bocoran mengenai berapa produk Power Series yang bakal dihadirkan oleh Lenovo tahun ini. "Setidaknya ada tiga produk lagi di kuartal I dan seterusnya di tahun 2015. Pokoknya tunggu aja," pungkas Miranda.

Strategi Ridwan Kamil Dalam Menertibkan Bandung untuk Meraih Adipura

Bandung - Bertahun-tahun Bandung tidak merengkuh predikat kota terbersih secara skala nasional. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil putar otak menyiapkan strategi guna meraih penghargaan Adipura 2015.

"Sekarang skor Bandung itu 71, kalau menang itu skornya 74. Berarti kurang nilai tiga. Tapi kita sudah evaluasi dan indentifikasi titik-titiknya," ujar Emil, sapaan Ridwan, di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (18/3/2015).

Dia mengungkapkan tim penilai Adipura akan menyambangi Bandung pekan depan. Menurut Emil tak ada kata terlambat beberes Bandung agar tampil bersih, indah dan tertib.

Mulai hari ini, Emil melanjutkan, Pemkot Bandung dibantu semua pihak berjibaku memperkuat gerakan kebersihan lingkungan untuk mendongkrak raihan skor. "Titik menjadi perhatian kita itu seperti pasar dan sekolah. Sekolah harus punya kelengkapan pemilihan sampah," ujarnya.

"Kita sudah mewajibkan setiap pedagang di pasar punya karung sampah. Jadi petugas kebersihan tinggal bawa karung sampahnya. Hal itu yang sedang kita kuatkan," kata Emil menambahkan.

Selain itu, Emil segera menyiapkan kontainer sampah di pasar-pasar tradisional. Sorotan lainnya ialah kebersihan kolong jembatan layang Pasupati.

"Hari ini kita bikin program beberes Bandung. Budaya kerja bakti di rutinkan lagi. Setiap kelurahan punya 10 pasukan kebersihan dan 10 pasukan gorong-gorong. Kalikan 150 kelurahan, harusnya dengan jumlah sebanyak itu Bandung harus lebih bersih, tidak mengandalkan PD Kebersihan," tutur Emil.

Pria berkacamata ini menegaskan tak menargetkan Bandung meraih Adipura 2015. "Kalau target Adipura itu tahun depan (2016). Tetapi kalau tahun ini ternyata bisa dengan upaya luar biasa pasukan beberes, ya insya Allah bisa (menang)," ucap Emil.